Rabu, 30 Agustus 2017

Kini Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 Tampil Beda

 Poster promo Jember Fashion Carnaval 2017. (jadwalevent.web.id)



Masihkah ada yang belum mengenal apa itu JFC (Jember Fashion Carnaval)? Wah tentunya hal ini sudah menjadi hal yang akrab di telinga kita. JFC adalah momen karnaval fashion yang dilaksanakan di Jember, Jawa Timur, Indonesia. JFC yang sudah tak muda lagi kini mengembangkan kiprahnya di dunia karnaval tingkat dunia.


Bukanlah langkah yang mudah selama 16 tahun ini, menurut Dynand Fariz JFC memiliki banyak prestasi dengan diperolehnya sekitar 12-13 penghargaan internasional. Kali ini JFC ke-16 ini mengusung tema "Victory" dengan 10 defile unik. Tema tersebut bermakna menggambarkan kemenangan Bangsa Indonesia untuk dapat menyatukan berbagai perbedaan dalam NKRI, yakni Sriwijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Worderful of Betawi, dan Unity in Diversity Sepuluh defile memeriahkan perhelatan ke-16 Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digelar dalam rangkaian JFC International Event dimulai dari Rabu (9/8) dan berakhir pada Minggu (13/8).

Hal ini sangat mengagumkan dan membanggakan sebab beberapa kostum (replika) dari tema tertentu tersebut telah menjuarai perlombaan kecantikan maupun fashion tingkat internasional. Inilah yang membuat JFC 2017 beda daripada tahun-tahun sebelumnya. Kostum tersebut menjadi kebanggan di ajang International Carnaval de Victoria 2016 di Seychelles-Afrika dan sebagai satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan keberhasilan dalam peringkat tiga besar.

Kini di tahun 2017, JFC menyelenggarakan conference bertemakan Jember Kota Karnaval, pada acara ini ditetapkannya Jember sebagai Kota Karnaval sebab Jember saat berjajar dengan  kota-kota karnaval internasional seperti Rio de Janeiro, Brazil. Pada acara JFC Conference (12/08) yang diselenggarakan di balroom hall Saphire, Hotel Aston Jember bahwa menteri pariwisata Arief Yahya mengatakan, JFC yang menginjak pada tahun ke-16 ini telah banyak menginspirasi beragam karnaval serupa di Tanah Air dan telah menorehkan prestasi internasional yang sangat layak dipromosikan ke tingkat duinia. Untuk tercapainya Kemenpar menetapkan Jember dijadikan sebagai Kota Karnaval. Jember Kota Karnaval yang ditetapkan Kemenpar ini telah menjadi sampul dari majalah Venue dengan ikon kostum JFC 2017 bertuliskan "Victory Unity in Diversity".

Selain itu juga hadir dua model JFC yang mewakili Indonesia di ajang internasional. Model pertama adalah Kezia Warouw, Puteri Indonesia 2016. Dia mengenakan National Costume "Garuda Unity in Diversity" atau Bhinneka Tunggal Ika, karya Dynand Fariz. Dengan kostum itu dia masuk sebagai Top-5 National Costume di Miss Universe 2017 di Filipina.

Model kedua yakni Dikna Faradiba. Dia yang menyabet 4 Awards sekaligus saat mengenakan kostum karya Dynand Fariz. Awards itu adalah Best National Costume Miss Tourism International 2016, Miss Glowing Glojas Tourism International 2016, Most Prolific in Social Media, serta Miss Southeast Asia Tourism Ambassador 2016/2017. Dikna juga masuk top 5 dalam Miss Tourism International 2016, di Malaysia akhir tahun lalu.

Acara JFC Conference 2017 ini dihadiri oleh banyak parisipan dari berbagai kalangan tentunya warga lokal yakni youtuber, blogger, lokal karya, siswa siswa SMA Negeri 2 Jember, dosen D3 Pariwisata UNEJ, mahasiswa Tri Sakti hingga komunitas lainnya. Pada topik talkshow "Pengembangan Potensi Wisata Nusantara" oleh Silvia Hilda selaku Ketua AKARI (Asosiasi Karnaval Indonesia) DPD, Provinsi Kepulauan Riau (KepRi) menyambu baik adanya JFC 2017 terbukti wanita yang berparas cantik ini rela jauh dari keluarganya untuk mengapresiasi perhelatan besar nan megah JFC 2017 ini. Terbukti Silvia Hilda (12/08) mengungkapkan bahwa membawa rombongan 1 bis orang asli Batam dan sekitarnya untuk menjadi peserta JFC 2017 khususnya pada defile Sriwijaya Empire dengan ciri khas emas sesuai dengan syal yang dipakai.

Hal ini juga menghadirkan Hadir Yuswo Hady pada topik talkshow  How to Make A Carnaval City. Praktisi dan penulis ini banyak menginspirasi, mengungkapkan bahwa terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan dengan jurus jitu yang wajib dipegang dan diamalkan yakni customer strategy, product strategy, dan marketing strategy untuk meraih Jember Kota Karnaval.

Tak lupa putra daerah yang kini menetap di Jakarta sebagai dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dan Universitas Bina Nusantara Jakarta mengungkapkan kitalah yang akan bangga bahwa Jember ini menjadi Kota Karnaval. Tak lepas dari peran masyarakat Jember, "apakah setelah acara ini Anda akan menonton JFC?", jika memang Anda sering menonton jangan lupakan untuk mempromosikan segi transportasi, penginapan, tempat wisata, kearifan lokal bahkan keramahan Anda untuk wisatawan lokal maupun interlokal, pungkasnya dengan tegas dan bermakna mendalam.  
 


Reactions:
This entry was posted in

2 komentar:

  1. Aduh jadi keinget kampus tegal boto, jl kalimantan, jl karimata, jl jawa...kayak apa yang sekarang jember yang sudah jadi kota festival ini....

    BalasHapus
  2. Banyak perubahan mbak selain tambah macet juga ada jurusanjurusan baru di UNEJ.

    BalasHapus